Jakarta, partikel.id – HARRA. resmi merilis EP perdananya yang bertajuk “4 Mata, 5 Cerita”. Dirilis di bawah naungan RCD Records, mini album ini menjadi perjalanan awal HARRA. dalam mengenalkan warna musik mereka.
Menariknya, HARRA. membalut EP ini dengan perpaduan nuansa Playful Melancholy dan Nostalgic. Dengan sentuhan gaya musik tersebut, band ini berharap mini album mereka bisa menjadi refleksi perjalanan cinta untuk para pendengarnya.
Makna Mendalam di Balik “4 Mata, 5 Cerita”
“4 Mata, 5 Cerita” sendiri mengangkat tema perjalanan cinta pertama. Mulai dari rasa ragu, harapan yang tumbuh diam-diam, kerinduan yang tak pernah padam, hingga keberanian untuk mengungkapkan perasaan. Semua emosi dari berbagai fase hubungan tersebut tercurah dalam lima lagu yang ada dalam mini album ini.
Selain itu, “4 Mata, 5 Cerita” tak hanya sekadar nama. Dua frasa tersebut memiliki filosofi yang tak kalah menarik.
“4 Mata” diartikan sebagai dua pasang mata. Frasa ini melambangkan dua insan yang tengah bertaut, sekaligus metafora keterikatan antara HARRA. dan para pendengarnya. Sementara “5 Cerita” merepresentasikan lima lagu yang tersaji dalam EP.
Melalui konsep ini, HARRA. ingin menghadirkan pengalaman yang terasa personal untuk para pendengar seolah setiap lagu yang ada dalam EP adalah teman cerita terdekat.
Daftar Lagu dalam EP “4 Mata, 5 Cerita”
Sesuai judul, “4 Mata, 5 Cerita” menyuguhkan 5 lagu yang menyuguhkan kisah perjalanan cinta yang beragam. Dari kelima lagu tersebut, “Pelangi Selusin Warna” menjadi focus track dalam EP ini. Berikut daftar dan makna tiap lagu dalam EP “4 Mata, 5 Cerita”:
1. “Belum Bernyali“
Selaras dengan judulnya, “Belum Bernyali” menggambarkan perasaan suka secara diam-diam seakan belum memiliki nyali untuk mengungkapkannya. Selain itu, lagu ini juga mewakili hati yang belum siap membuka diri setelah terluka, namun pelan-pelan kembali merawat rasa baru.
2. “Pelangi Selusin Warna” (Focus Track)
“Pelangi Selusin Warna” berkisah tentang dua hati yang saling suka, tetapi terhalang takdir. Melalui lagu ini, HARRA. juga seakan mengajak pendengar untuk percaya pada waktu dan menunggu sampai cinta berada pada frekuensi yang sama.
3. “Temu Untuk Rindu“
“Temu Untuk Rindu” menggambarkan kerinduan yang hanya bisa terobati lewat layar gawai. Lagu ini sangat ‘relate’ bagi mereka yang menjalani hubungan jarak jauh dan terbiasa mengirim rindu lewat daring.
4. “Jurus Jitu“
Berbeda dengan lagu-lagu sebelumnya, “Jurus Jitu” mengungkapkan rasa penuh keberanian kecil, gugup, dan deg-degan. Lagu ini seakan berkisah tentang momen saat keberanian mengalahkan rasa gugup untuk akhirnya menyatakan perasaan yang telah lama terpendam.
5. “Tamasya di Angkasa“
Sebagai penutup, “Tamasya di Angkasa” memiliki nuansa hangat dan stabil. Lagu ini merefleksikan cinta yang sudah tumbuh, memiliki komitmen, dan siap menghadapi tantangan bersama.
Adapun EP “4 Mata, 5 Cerita” telah dirilis pada 21 Oktober 2025. Kini kelima lagu dari EP tersebut bisa didengar di seluruh platform musik digital.













