Jakarta, partikel.id – Film Agak Laen: Menyala Panitku, merupakan sekuel kedua dari film Agak Laen yang ceritanya ternyata tidak terhubung dari film pertama.
Sejak hari pertama rilis pada tanggal 27 November 2025, film Agak Laen 2 langsung mendominasi layar bioskop di berbagai kota besar di Indonesia.
Bahkan, beberapa bioskop melaporkan penambahan jam tayang karena permintaan penonton yang terus meningkat.
Banyak penonton memuji film ini karena menghadirkan humor segar, jumpscare yang tidak berlebihan, serta cerita yang lebih matang dibanding film sebelumnya.
Topik terkait film ini juga sempat menduduki trending di social media karena tingginya perbincangan publik.
Melalui Instagram resmi @pilem.agak.laen merilis jumlah penonton Agak Laen: Menyala Pantiku mencapai 2,3 juta penonton hanya dalam lima hari penayangan.

Rumah produksi Imajirani sangat mengapresiasi kepada masyarakat yang terus memberikan dukungan pada film ini.
Mereka berharap semangat dan antusiasme yang muncul bisa menjadi dorongan untuk menghasilkan lebih banyak karya berkualitas bagi dunia perfilman Indonesia.
Penasaran seperti apa jalan ceritanya? Simak sinopsis Agak Laen: Menyala Pantiku berikut!
Sinopsis Agak Laen: Menyala Pantiku
Film ini berkisah tentang empat orang detektif, Bene, Boris, Jegel, dan Oki, yang kariernya penuh masalah.
Mereka menerima ultimatum dari atasan untuk menyelesaikan satu misi terakhir guna menghindari pemecatan.
Misi tersebut adalah memburu buronan kasus pembunuhan anak seorang wali kota.
Satu-satunya petunjuk yang mereka miliki mengarah pada sebuah panti jompo misterius bernama Panti Asuhan Menyala.
Untuk melancarkan aksinya, keempat detektif ini menyusun strategi penyamaran total, Bene dan Jegel menyusup sebagai perawat, sementara Boris dan Oki menyamar sebagai penghuni senior panti.
Di tengah penyamaran tersebut, masalah pribadi masing-masing detektif pun muncul dan mengganggu fokus mereka.
Boris yang belum move on, Oki yang sibuk mengejar cuan tambahan, Bene yang memikirkan biaya kuliah adiknya, hingga Jegel yang selalu berusaha mengirim uang untuk sang ibu di kampung meskipun pendapatannya minim.
Nahasnya, penyamaran mereka di panti jompo berkembang menjadi kekacauan. Mereka kerap salah mengira penghuni sebagai tersangka.
Di tengah situasi yang bergerak di luar rencana, puncak ketegangan pun muncul. Identitas buronan semakin jelas terlihat.
Keempatnya lantas menyusun rencana penyergapan. Sanggupkah mereka menangkan buron tersebut demi menyelamatkan karier masing-masing? Saksikan keseruannya di bioskop!













