partikel.id / Seni Budaya / Musik / Baila Rilis EP “Cita-Cita Cinta”, Rekap Dinamika Hubungan di Setiap Fase Kehidupan

Baila Rilis EP “Cita-Cita Cinta”, Rekap Dinamika Hubungan di Setiap Fase Kehidupan

-

Alda Alviani Tim Redaksi
Potret band Baila dalam perilisan EP “Cita-Cita Cinta”.
Baila dalam Perilisan EP “Cita-Cita Cinta”. Foto: Universal Music Indonesia

Jakarta, partikel.id – Band pop-jazz asal Jakarta, Baila, akhirnya resmi merilis EP perdana bertajuk “Cita-Cita Cinta”. EP ini sekaligus menjadi penanda dan rekap perjalanan musik Baila.

Sebelum EP ini dirilis, Baila telah lebih dulu mencuri perhatian lewat singleAsa Asmara” yang berhasil mengumpulkan hampir 13 juta stream di Spotify. Kemudian diikuti oleh rilisnya “Mau Sampai Kapan?” sebagai single kedua. Dengan pencapaian tersebut, kedua lagu itu kini turut menjadi bagian penting dalam “Cita-Cita Cinta”.

Makna dari EP “Cita-Cita Cinta

EP “Cita-Cita Cinta” mengusung tema dinamika hubungan. Mulai dari rasa suka diam-diam, rasa bingung saat terjebak dalam hubungan tanpa kepastian, hingga proses menyembuhkan diri setelah patah hati.

Menariknya, lima lagu dalam EP ini mengeksplor makna “cita-cita cinta” dari berbagai sudut pandang. Meski begitu, tiap lagu tersebut tetap saling terhubung seakan membentuk sebuah cerita utuh.

Melalui EP ini, Baila pun seakan mengajak pendengar untuk memahami bahwa cinta selalu hadir dalam setiap fase kehidupan, baik dalam tawa, air mata, maupun keheningan. Dalam bentuk apa pun, cinta akan selalu bertahan.

Daftar Lagu dalam EP “Cita-Cita Cinta

EP “Cita-Cita Cinta” terdiri dari 5 lagu dengan nuansa yang beragam. Dari kelima lagu tersebut, “Kamboja” menjadi lagu utama dalam EP ini. Berikut daftar dan makna tiap lagu dalam EP “Cita-Cita Cinta”:

1. “Asa Asmara

Sebagai pembuka, “Asa Asmara” menjadi lagu yang sempurna untuk menggambarkan fase awal jatuh cinta. Lagu ini memiliki makna tentang dua insan yang saling menyukai tapi sama-sama malu untuk memulai lebih dulu. Dalam lagu ini, Baila pun menghidupkan nuansa debaran dan manisnya perasaan tersebut dengan alunan musik yang playful.

2. “Mau Sampai Kapan?

Lagu ini tentunya super relatable untuk para korban HTS. Pasalnya, “Mau Sampai Kapan?” menghadirkan keresahan dinamika hubungan tanpa status (HTS). Sesuai judulnya, lagu ini menyuarakan perasaan bingung, gelisah, dan putus asa karena semua hal terasa tak pasti dalam hubungan tersebut.

3. “Kamboja

Sebagai lagu utama, “Kamboja“ menggambarkan momen ketika mencintai orang yang tepat. Melalui lagu ini, pendengar seakan diajak merasakan perasaan hangat yang sederhana dan berbunga-bunga ala butterfly era.

4. “Garis Tangan

Berbeda dengan lagu-lagu sebelumnya, “Garis Tangan” justru menggambarkan dilema cinta yang rumit, antara tetap bertahan meski melelahkan atau menyerah pada cinta tersebut. Selaras dengan maknanya, lagu ini pun mengungkap rasa frustrasi dan penuh emosi tentang kesetiaan yang tengah diuji.

5. “Bahagia Kembali

Sebagai lagu terakhir, “Bahagia Kembali” menggambarkan tentang rasanya menemukan jati diri kembali setelah patah hati. Lagu ini hadir sebagai pengingat bahwa meski pernah merasakan sakit kehilangan orang yang dicintai, kebahagiaan akan selalu memiliki cara untuk menemui kita kembali.

Adapun EP “Cita-Cita Cinta” telah dirilis pada 7 November 2025. Kini kelima lagu dari EP tersebut telah tersedia di seluruh platform musik digital.

Also Read

Tags

Leave a Comment