Jakarta, partikel.id – Olivia Rodrigo baru-baru ini kembali mencuri perhatian lewat lagu “The Book of Love”. Rilisan terbarunya ini merupakan penutup dari album “Help(2)” yang digagas oleh War Child Records.
Seperti diketahui, Olivia Rodrigo dikenal sebagai salah satu penyanyi yang aktif menyuarakan isu kemanusiaan, termasuk dukungannya terhadap korban perang. Lewat lagu ini, Olivia seakan menegaskan bahwa musik tak sekadar hiburan belaka, tetapi juga media untuk menyampaikan empati.
“The Book of Love” yang Kembali Hadir
“The Book of Love” sebenarnya bukan lagu baru. Lagu ini pertama kali dipopulerkan oleh The Magnetic Fields pada tahun 1999 silam. Setelah hampir 3 dekade, Olivia kembali membawakan lagu ini dengan nuansa yang lebih emosional dalam balutan aransemen string klasik.
Dalam versi Olivia, “The Book of Love” memiliki makna yang lebih luas. Tak melulu tentang arti cinta romantis, tetapi juga tentang rasa kemanusiaan, harapan, dan kekuatan untuk bertahan di tengah situasi sulit.
Agar konsep dan pesan yang dibawakan kian kuat, War Child Records juga merilis video musik untuk lagu ini. Menariknya, video musik “The Book of Love” ini direkam langsung oleh anak-anak yang hidup di zona perang seperti Gaza, Sudan, Ukraina, dan Yaman.
Dalam video berdurasi 4 menit, anak-anak tersebut memperlihatkan sisi kehidupan mereka yang jarang tersorot media. Mulai dari bermain di tengah reruntuhan, berlari di lapangan terbuka, hingga potret keseharian mereka di tengah kondisi yang serba terbatas.
Lagu yang lembut berpadu dengan cuplikan kehidupan anak-anak tersebut turut menyuguhkan kontras yang kuat antara cinta dan realita. Selain itu, rilisan ini pun memberi perspektif nyata tentang kehidupan di zona perang.
Daftar Lagu dari Album “Help(2)”
Tak sendiri, Olivia Rodrigo bergabung dengan jajaran musisi dunia lainnya dalam mengisi diskografi album “Help(2)”. Album ini merupakan kelanjutan dari project “Help” yang pertama kali dirilis pada 1995 untuk membantu korban perang Bosnia. Adapun deretan lengkap lagu dari album ini antara lain:
“Opening Night” – Arctic Monkeys
“Flags” – Damon Albarn, Kae Tempest, dan Grian Chatten
“Strangers” – Black Country dan New Road
“Let’s Do It Again!” – The Last Dinner Party
“Sunday Morning” – Beth Gibbons
“Lilac Wine” – Arooj Aftab dan Beck
“The 343 Loop” – King Krule
“Universal Soldier” – Depeche Mode
“Helicopters” – Ezra Collective dan Greentea Peng
“Nothing I Could Hide” – Arlo Parks
“Parasite” – English Teacher dan Graham Coxon
“Say Yes” – Beabadoobee
“Relive, Redie” – Big Thief
“Black Boys on Mopeds” – Fontaines D.C.
“Warning” – Cameron Winter
“Don’t Fight the Young” – Young Fathers
“Begging for Change” – Pulp
“Naboo” – Sampha
“Obvious” – Wet Leg
“When the War Is Finally Done” – Foals
“Carried My Girl” – Bat for Lashes
“Sunday Light” – Anna Calvi, Nilüfer Yanya, Dove Ellis dan Ellie Rowsell
“The Book of Love” – Olivia Rodrigo
Sama seperti project pendahulunya, dana yang terkumpul dari penjualan album “Help(2)” akan difokuskan untuk melindungi, mendidik, serta membela hak anak-anak yang terdampak dalam zona perang di seluruh dunia.
Sementara itu, “The Book of Love” serta album “Help(2)” telah dirilis pada 6 Maret 2026. Kini lagu ini serta deretan lagu lainnya dalam album tersebut bisa didengar di berbagai platform musik digital.













