partikel.id / Seni Budaya / Sinema / Avatar: Fire and Ash, Lanjutan Kisah Keluarga Sully yang Gemparkan Dunia Perfilman

Avatar: Fire and Ash, Lanjutan Kisah Keluarga Sully yang Gemparkan Dunia Perfilman

-

Anggita Tim Redaksi
Avatar: Fire and Ash
Avatar: Fire and Ash. Foto: Instagram/@bioskop

Jakarta, partikel.id – Film “Avatar: Fire and Ash” yang tayang pada tanggal 19 Desember 2025 berhasil memikat penonton Indonesia sejak hari pertama penanyangan. Baru beberapa hari penanyangan, film yang juga dikenal dengan sebutan “Avatar 3” ini berhasil menebus angka lebih dari satu juta penonton.

Hal ini menandakan tingginya antusias masyarakat pada sekuel dunia Pandora yang diciptakan James Cameron. Kesuksesan ini tak lepas dari efek visual yang canggih serta teknologi terbaru yang disajikan oleh film tersebut.

Seperti diketahui “Avatar: Fire and Ash” tersedia dalam format IMAX dan 3D. Tentunya hal ini turut meningkatkan pengalaman menonton dan membuat film ini banyak diperbincangan di media sosial.

Secara keseluruhan, “Avatar: Fire and Ash” meraih $345 juta (sekitar Rp 5,77 triliun) dari penanyangan internasional dalam waktu kurang dari seminggu. Angel Studios selaku rumah produksi film ini membuktikan karyanya membawa pesan moral yang kuat dan memiliki pasar luas di bioskop modern.

Sinopsis “Avatar: Fire and Ash”

Avatar: Fire and Ash” sendiri melanjutkan kisah dari film sebelumnya, “Avatar: The Way of Water“. Narasi film ini dimulai dari Neteyam, anak sulung Jake Sully yang memiliki jiwa prajurit. Setelah Neteyam meninggal, keluarga Sully dilanda duka yang amat besar.

Pengorbanan Neteyam membuat keluarga tersebut sadar bahwa mereka tak perlu melarikan diri lagi, namun bertahan dengan cara bertarung. Di sisi lain, ada Lo’ak, adik Neteyam, yang merasa masih berada dibayang-bayang kakaknya pun memiliki pergulatan diri tersendiri.

Kisah seri “Avatar” kali ini berpusat pada perjalanan Lo’ak yang menjadi sosok yang menggantikan peran kakaknya dan siap melindungi keluarga serta klannya.

Menariknya, film ini juga menghadirkan klan baru yang siap mengguncang Pandora. Klan pertama ada Ash People atau klan yang dikenal mendiami kawasan abu vulkanik. Mereka memiliki karakter yang keras dan tak segan untuk menyerang klan lain.

Adapun klan kedua yakni Windtraders. Sesuai namanya, klan ini dikenal nomaden dengan mengikuti arus angin dan singgah di desa-desa klan Na’vi lain untuk memperdagangkan barang langka. Tak seperti Ash People yang cenderung impulsif dan jahat, Windtraders lebih netral dan menyukai kedamaian.

Alur film ini pun kian menarik ketika Ash People yang dipimpin oleh Varang dan Kolonel Quaritch membawa ancaman baru bagi keluarga Sully. Selain itu, film ini juga memunculkan asal-usul Kiri melalui Eywa serta kisah lainnya yang memancing teori baru.

Also Read

Tags

Leave a Comment