Jakarta, partikel.id — Buku “Menjaga Ibu, Menemukan Aku” karya Siti Soraya resmi diperkenalkan kepada publik melalui acara peluncuran dan bedah buku. Acara ini digelar di RPTRA Jati Bersinar pada 11 April 2026.
“Menjaga Ibu, Menemukan Aku” merupakan sebuah memoar reflektif yang merekam pengalaman merawat ibu, menghadapi kelelahan emosional, serta proses penerimaan takdir yang menuntun penulis pada perjalanan iman dan penemuan diri.
Ditulis dengan bahasa yang jujur dan lembut, “Menjaga Ibu, Menemukan Aku” menghadirkan kisah-kisah keseharian yang kerap luput dibicarakan. Mulai dari lelah yang dipendam, rasa bersalah yang tak terucap, perubahan peran dalam keluarga, serta pergulatan batin antara kewajiban, cinta, dan keterbatasan diri.
Tanpa menggurui, buku ini turut mengajak pembaca melihat proses merawat sebagai ruang belajar. Yakni tentang kesabaran, keikhlasan, dan berdamai dengan keadaan. Dalam keterangannya, Siti Soraya selaku penulis menyampaikan bahwa buku ini lahir dari proses yang tidak selalu mudah.
“Menjaga ibu membuat saya kehilangan banyak hal, tapi justru di sanalah saya pelan-pelan menemukan diri saya yang baru. Buku ini saya tulis bukan dari posisi kuat, melainkan dari kejujuran sebagai anak yang sedang belajar menerima,” ungkap Siti Soraya.
Selain itu, ia juga berharap buku ini dapat menjadi teman bagi para pembaca.
“Saya berharap siapa pun yang membaca buku ini—terutama mereka yang sedang merawat orang tersayang—tidak merasa sendirian dalam peran dan perasaannya,” tambahnya.
Diskusi: Perjalanan Batin dari Sudut Pandang Psikologi
Peluncuran dan bedah buku ini turut menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi, Arie Rihardini Sundari, S.Psi., MM., Dosen Psikologi Universitas Persada Indonesia YAI. Ia membahas buku ini dari sudut pandang psikologi.
Diskusi ini mengangkat tema Inner Journey for the Meaning of Life. Selaras dengan tema tersebut, diskusi ini pun menyoroti perjalanan batin. Mulai dari kelelahan emosional hingga bagaimana pengalaman merawat orang tersayang dapat menjadi jalan untuk menemukan makna hidup dan pertumbuhan diri.
Secara lebih mendalam, pembahasan psikologis dalam sesi ini mengkaji dinamika peran merawat, proses penerimaan, serta pencarian makna hidup sebagai bagian dari perjalanan batin dan perkembangan psikologis individu. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman bahwa pengalaman merawat bukan hanya peristiwa emosional, tetapi juga ruang refleksi yang berkontribusi pada pembentukan makna hidup.
Buku “Menjaga Ibu, Menemukan Aku” ditujukan bagi pembaca lintas peran dan generasi, serta diharapkan menjadi ruang refleksi bersama tentang relasi ibu dan anak, perawatan, serta kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari.













