Jakarta, partikel.id – Band jazz Indonesia, Societeit de Harmonie, akhirnya merilis single terbaru berjudul “Syakara”. Menariknya, lagu ini merupakan single pertama mereka di tahun 2026 sekaligus menjadi penanda fase baru dalam perjalanan karier Societeit de Harmonie.
Tak sendirian, band ini turut menggandeng Natasya Elvira untuk berkolaborasi. Melalui single ini, Societeit de Harmonie pun mengajak pendengar untuk sing away their problems atau melepaskan keresahan melalui nyanyian.
Arti di Balik “Syakara”

“Syakara” merupakan istilah dari bahasa Arab yang artinya syukur. Sementara jika ditelisik lebih dalam melalui lirik lagunya, “Syakara” menyorot soal rasa syukur yang kerap luput dari benak banyak orang. Pasalnya, manusia sering kali terjebak dalam penyesalan masa lalu atau kecemasan terhadap masa depan. Padahal, tidak semua hal berada dalam kendali manusia.
Lagu ini seakan menjadi pengingat bahwa seberat apa pun hidup, setiap orang tetap memiliki pilihan dalam merespons keadaan. Nah, bersyukur atas hal-hal kecil bisa jadi salah satu respons awal untuk melihat hidup dengan perspektif yang lebih jernih dan tenang.
Dari segi musikal, “Syakara” hadir dengan aransemen yang ringan, namun berlapis. Dave Rimba selaku drummer menggarap bagian horns dengan pendekatan unik lewat instrumen yang saling bertabrakan namun tetap terdengar harmonis. Hal ini merepresentasikan kompleksitas pikiran manusia yang kerap kalut.
Meski begitu, kekalutan ini tidak digambarkan dalam nada muram, namun justru hadir dengan nuansa hangat dan gembira. Kontras ini sengaja dibuat untuk menegaskan bahwa refleksi dan penerimaan tidak selalu harus dibalut kesedihan.
Lagu ini pun kian lengkap dengan paduan vokal dari Natasya Elvira. Gaya penyampaian Natasya yang santai serta karakter vokalnya yang vintage memperkuat nuansa kontemplatif untuk “Syakara”.
Selain menyumbang vokal yang merdu, Natasya Elvira juga ikut berperan sebagai penulis lagu dan project manager. Keterlibatannya sejak tahap awal inilah yang membuat “Syakara” terasa unik dan mudah diterima oleh generasi muda.
Bukan Lagu Religi, tapi Lagu Refleksi Kehidupan
Meski dirilis menjelang Ramadan, “Syakara” tidak ditujukan sebagai lagu religi. Lagu ini justru dibuat sebagai lagu refleksi sehingga bisa didengar di berbagai momen dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan hadirnya single ini, Societeit de Harmonie pun berharap agar pendengar terbebas dari pikiran-pikiran negatif yang membebani hari-harinya, dan bisa menjalani hidup dengan lebih ringan bukan karena masalah hilang, tetapi karena rasa syukur yang kembali menemukan tempatnya.
Sementara itu, single ini turut menjadi bagian dari rangkaian perilisan EP “Ulangan” milik Societeit de Harmonie yang rencananya rilis dua bulan yang akan datang.
Adapun “Syakara” telah dirilis pada 6 Februari 2026. Kini single ini bisa didengar di berbagai platform musik digital. Sementara video liriknya bisa ditonton di kanal YouTube Societeit de Harmonie.













